Joko Tjandra Akui Suap Dua Jenderal

Joko Tjandra
Joko Soegiarto Tjandra alias Joe alias Joker

JAKARTA – Terpidana kasus cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Joe Chen alias Joker mengakui telah menyuap dua jenderal polisi, yakni Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo. Kedua perwira tinggi Polri tersebut kini berstatus tersangka.

“Ada 55 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Hal-hal teknis terkait pertanyaan penyidik, yang bisa disampaikan soal aliran dana, suap oleh saudara JST kepada para tersangka,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/8).

Hingga kini, penyidik masih menelusuri siapa saja yang terlibat. Begitu juga berapa uang yang mengalir dalam suap-menyuap terkait kasus surat jalan dan red notice tersebut.

“Misalnya di mana, kapan, kepada siapa saja uang diberikan. Dari hasil pemeriksaan, tidak bisa kami sampaikan secara keseluruhan. Apalagi terkait nominalnya. Karena masih berproses. Yang bersangkutan sudah mengakui telah memberikan sebanyak uang tertentu pada para tersangka,” paparnya.

Baca Juga : Pembekuan Aset Joko Tjandra Sangat Ditunggu

Saat Joko Tjandra diperiksa, penyidik juga menghadirkan barang bukti. “Barang bukti yang selama ini disita, dihadirkan dalam pemeriksaan. Hal itu disampaikan dan ditunjukan kepada tersangka. Yang bersangkutan mengakui. Dia juga memberikan uang kepada para tersangka lain terkait red notice,” imbuhnya.

Sementara itu, Tommy Sumardi tidak datang memenuhi panggilan Bareskrim Polri. Pengacara Tommy Sumardi menyampaikan kliennya sedang sakit. Awi menyatakan, penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaannya.

Menurut Awi, pengacara Tommy Sumardi berkomitmen kliennya akan memenuhi panggilan berikutnya. “Tentunya nanti akan dijadwalkan ulang. Namun sesuai janjinya, yang bersangkutan menyampaikan akan berkenan hadir,” ucapnya.(rh/fin)