Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

covid-19
Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito. (Instagram@wikuadisasmito)

JAKARTA – Angka penyebaran COVID-19 akan terus meningkat jika masyarakat mengabaikan protokol kesehatan. Hingga saat ini, masih ada 54 daerah yang berstatus zona merah Corona.

“Penanganan COVID-19 tidak bisa hanya dilihat dalam lingkup nasional saja. Namun juga terkait hingga tingkat kabupaten dan kota. Kami selalu menyampaikan perkembangan daerah berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang berasal dari pemerintah daerah,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden (Setpres), di Jakarta, Selasa (6/10).

“Apresiasi selalu kami berikan pada perkembangan positif yang berhasil dilakukan oleh daerah, pun kami selalu tekankan dan ingatkan apabila terdapat perkembangan yang kurang baik, serta tantangan yang harus dihadapi oleh daerah bersama-sama kami di tingkat nasional,” imbuhnya.

Menurutnya, penanganan pandemi Corona di setiap daerah bervariasi. Pemerintah pusat, lanjutnya, terus mendukung langkah yang sudah dilakukan pemerintah daerah. “Penanganan COVID-19 di provinsi dan kabupaten/kota itu bervariasi. Dengan terus didukung ke arah yang lebih baik, maka dapat menjadi kekuatan nasional untuk meningkatkan penanganan COVID-19,” jelasnya.

Dia menambahkan, daerah dengan tingkat risiko sedang atau zona oranye bertambah menjadi 307 daerah. Jakarta Timur, Depok hingga Tangerang Selatan termasuk daerah yang berubah dari zona merah menjadi zona oranye.

“Peta zonasi risiko per 4 Oktober terlihat ada penurunan kabupaten/kota dengan risiko tinggi. Dari awalnya 62 menjadi 54. Kalau dilihat zona oranye meningkat jumlahnya dari 305 kabupaten/kota menjadi 307 kabupaten/kota,” terang Wiku.

Kenaikan juga terjadi pada zona kuning. Yaitu dari 112 menjadi 121 kabupaten/kota. Wiku menilai perkembangan ini cukup baik. Karena semakin banyak wilayah yang zona risikonya menurun. Sementara daerah yang tidak ada kasus baru juga berkurang menjadi 17 kabupaten/kota. Begitu pula daerah yang tidak terdampak menurun menjadi 15 kabupaten/kota.

“Untuk zona hijau, semakin menurun. Dari sebelumnya 19 kabupaten/kota menjadi 17 kabupaten/kota. Wilayah yang tidak terdampak dan tidak ada kasus baru betul-betul harus dijaga agar dapat terus membaik,” terangnya.

Kuncinya, kata Wiku, adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan. Masyarakat jangan sampai mengabaikan hal tersebut. “Patuhi protokol kesehatan dengan menjalankan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Lakukan ini setiap saat dan dimana pun kita berada,” bebernya.

Wiku mengapresiasi tiga provinsi yang berhasil menekan angka kematian pasien Corona. Dengan begitu, angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia juga menurun. “Tiga provinsi tersebut adalah Jawa Tengah, Banten, dan Riau. Ketiga provinsi ini berhasil menekan angka kematian pada pekan ini. Sehingga berhasil keluar dari lima besar provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi,” pungkasnya.(rh/fin)