Jamin Ketersediaan Beras, Kementan Tingkatkan Produksi Padi

anti virus
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (Instagram@syasinlimpo)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produksi padi guna menjamin ketersediaan beras nasional. Karenanya, ketersediaan pangan menjadi kunci utama kestabilan ekonomi negara. Apalagi saat ini ekonomi Indonesia tengah menghadapi dampak virus corona. Sehingga di era new normal, ketersediaan pangan diharapkan dapat dipenuhi secara mandiri.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo terus memasifkan budidaya padi di semua daerah sehingga tidak membiarkan lahan pertanian yang tidak terisi. Terobosan itu dengan dicanangkannya Program Gerakan Percepatan Tanam yang telah dilalukan di berbagai daerah. Mentan Syahrul bersama Bupati Tuban dan jajaran TNI dan stakeholder lainnya melakukan percepatan tanan di Kabupaten Tuban, salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur.

“Dalam memperkuat ketersediaan pangan khususnya beras, kami dorong percepatan tanam di semua daerah. Kami minta daerah agar tidak membiarkan lahan menganggur, harus tertanami semua. Kami siap bantu. Para Dirjen saya minta selalu pantau lapangan dan respon cepat membantu petani. Kami menyediakan bantuan benih, pupuk, alat mesin pertanian olah percepat olah tanah, asuransi agar petani tidak rugi akibat gagal panen dan kami minta manfaatkan dana KUR (kredit usaha rakyat,” demikian dikatakan Syahrul dalam acara Gerakan Percepatan Tanam Padi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Tuban, seperti dikutip dari keterangan persnya, Sabtu (27/6).

Kementan berkomitmen penuh dalam meningkatkan produksi beras dan percepatan tanam melalui Gerakan Olah Tanah dan Tanam (GPOT). Program ini disertai dengan langkah kongret yakni pemberitan bantuan benih, alat mesin pertanian, KUR, asuransi pertanian dan pendampingan yang masif. Pada tahun 2020, lanjutnya, secara nasional pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras, sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga september 2020 ini sebesar 5,6 juta hektare.

“Kami mengharapkan kepada provinsi dan kabupaten atau kota melakukan gerakan di lapangan dan menggerakkan Kostratani (Komando Strategi Pertanian,- red) di Kecamatan sebagai ujung tombaknya. Tuban ini adalah daerah andalan Provinsi Jawa Timur, jadi sangat berharap dari sini (Tuban,- red) bisa menyuplai juga kebutuhan nasional,” tegasnya.

SYL mengharapkan agar pertanaman padi si bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan. Tidak hanya Tuban, tetapi juga semua wilayah. “Mengharapkan semua daerah khususnya Jawa Timur yang mempunyai potensi luas lahan yang ada dapat dimaksimalkan, melalui peningkatan Indeks Pertanaman,” pinta SYL.

Pria yang juga biasa disapa Komandan ini, mendorong pemanfaatan lahan pertanian juga melalui penyediaan dana KUR bagi para petani. Kementan juga fokus dalam mengoptimalkan bantuan alsintan prapanen dan pascapanen. “Yang terpenting juga adalah bagaimana kita mempercepat pelaksanaan kegiatan APBN dan APBD tahun 2020 dan meningkatkan pendampingan dan pengawalan pelaksanaan kegiatan di lapangan oleh penyuluh, babinsa, POPT (petugas organisme pengganggu tanaman), Pengawas Benih Tanaman, dan Kepala Cabang Dinas di Kecamatan,” jelas Syahrul.(dal/fin)