Gerakan Klik Serentak Pilkada

pilkada

JAKARTA – Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 mendatang digelar di 284 kabupaten/kota se-Indonesia. Dari 3.935 kecamatan melaksanakan Pilkada, 541 kecamatan terkendala jaringan internet.

“Bawaslu akan melakukan pengawasan Gerakan Klik Serentak yang diselenggarakan KPU pada hari pertama tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih pada 15 Juli 2020,” kata anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin, di Jakarta, Selasa (14/7).

Menurutnya pengawasan tersebut untuk memetakan penggunaan teknologi informasi dan kondisi jaringan internet di tiap-tiap daerah pemilihan.

Baca Juga: Bawaslu Diminta Menjadi Wasit yang Objektif dan Netral

Gerakan Klik Serentak adalah program KPU yang diselenggarakan pada hari pertama pelaksanaan coklit yakni untuk mengefektifkan proses pencocokan dan penelitian secara online melalui lama www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id

Pemilih, lanjutnya, dapat mengecek apakah dirinya terdaftar sebagai pemilih atau tidak. Caranya dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK), nama, dan tanggal lahir. “Pemanfaatan teknologi untuk mengecek daftar pemilih secara online ini perlu diimbangi dukungan jaringan internet di daerah-daerah. Padahal, dari 3.935 kecamatan di 284 kabupaten/kota, 541 kecamatan terkendala jaringan,” imbuhnya.

Kecamatan yang terkendala jaringan internet terdapat di Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang (Kalimantan Barat), Kabupaten Katingan (Kalimantan Tengah), Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Merauke (Papua).

Baca Juga: Reshuffle Kemungkinan Akan Terjadi Setelah Pilkada

Selanjutnya, di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Sulawesi Utara), Kabupaten Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat), Kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan); Kabupaten Kaimana (Papua Barat), dan Kabupaten Kepulauan Sula (Maluku Utara). (rh/fin)