Gagal di Seri Akhir, Ini Kata Joan Mir

Juara baru MotoGP, Joan Mir. (Instagram@joanmir36official)

PORTIMAO – Algarve International Circuit atau yang juga dikenal dengan Sirkuit Portimao, menjadi penutup seri balap MotoGP musim ini. Lucunya, laga terakhir di Portugal ini justru tidak didominasi rider tiga besar. Bahkan juara baru MotoGP, Joan Mir hanya finis di posisi 20, sebuah catatan buruk seorang juara di laga penutup musim 2020.

Cuma bisa menempati P20 saat kualifikasi, masalah elektronik menjadi penyebabnya, menempatkan Joan Mir pada kondisi yang bisa dibilang anti klimaks. Rider muda asal Spanyol itu bahkan membuat kesalahan fatal, saat berusaha memgamankan posisi 12 di lap awal. Berbenturan dengan Francesco Bagnaia, diikuti benturan lain dengan Johann Zaro di Turn 3, kondisi motor Tim Suzuki Ecstar itu tidak lagi fit untuk balapan.

“Hari yang sial. Di lap pertama saya meraasa sangat percaya diri. Adrenalin yang mengalir dari otak saya mempermudah aksi overtake yang saya lakukan, dan harus diakui, itu sangat menyenangkan. Namun saya minta maaf untuk Pecco, karena terlalu agresif, terlalu berlebihan. Hal ini menyebabkan masalah pada sistem kelistrikan motor,” kata Joan Mir seperti dikutip dari Crash, Kamis (26/11).

Setelah rentetan benturan itu, rider berusia 23 tahun itu merasakan ada yang salah dengan kinerja GSXRR yang ditungganginya. Mulai dari gangguan pada kontrol traksi, hingga masalah ban yang digunakannya. Rekan setim Alex Rins itu mengaku tidak memiliki pilihan lain, selain mengakhiri laga yang dipenuhi kesialan itu.

“Kami tidak tahu benar apa penyebabnya, namun yang jelas saya kontrol traksi motor saya mati. Saya kesulitan mengendalikan traksi di beberapa titik balapan, meski tidak semuanya. Tanpa kontrol traksi, balapan ini akan sangat membahayakan. Dan ketika ban mulai membotak, kondisi pun kian memburuk. Saya putuskan tidak melanjutkan balapan, Sangat memalukan menutup musim seperti ini,” ungkap dia.

Akibat hasil yang buruk tersebut, ditambah hasil buruk yang juga ditoreh sang rekan, Rins (finis di posisi 15), Suzuki harus rela menutup musim ini tanpa ‘triple crown’. Hanya mampu menduduki posisi ketiga di kelas konstruktor, pabrikan Jepang itu kalah poin dari Ducati dan Yamaha, yang masing-masing mengisi posisi satu dan dua.

“Awalnya kami berharap dapat menyabet ‘triple crown’ dan posisi kedua untuk Alex Rins di klasemen, namun hal ini ternyata tidak memungkinkan diwujudkan. Kendati demikian, ini artinya kita akan punya target baru di musim depan (triple crown). Terima kasih untuk seluruh keluarga besar,” ucap project leader Suzuki, Shinichi Sahara di akhir kesempatan.(ruf/gw/fin)