Evaluasi Segera Cara Belajar Jarak Jauh

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) diminta kembali mengevaluasi cara belajar jarak jauh yang selama ini dilakukan di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, keluhan masyarakat terus terjadi khususnya pada wilayah terpencil karena faktor keterbatasan hingga jaringan.

”Jangan kita berbicara mereka yang ada di kota, konektivitas jaringan, sampai persoalan ponsel dan kuota juga bukan masalah yang remeh-temeh. Ada 72 juta anak di Indonesia apakah memiliki ponsel dan kuota, lalu berapa sekolah yang sanggup menjalankan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) kita harus realistis,” terang Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Minggu (27/7).

Komisi X DPR meminta Mendikbud melihat fakta-fakta ini secara jernih. ”Bagaimana dengan keluarga yang tidak memiliki ponsel, ada yang harus berjalan menempuh jarak jauh untuk mencari sinyal ini pasti terjadi, coba ada cara lain tidak yang lebih bisa diterima,” imbuhnya.

Komisi X DPR meminta agar peta kebutuhan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dapat segera disusun sehingga kesulitan-kesulitan yang ada selama ini dapat dikurangi. ”Cara itu mempermudah proses pembelajaran dan dapat diterima. Dan satu hal lagi, mengurangi beban anak didik dan keluarga,” jelasnya.

Untuk itu, Syaiful mendorong Mendikbud melakukan koordinasi secepatnya dengan dinas-dinas pendidikan di kabupaten/kota. ”Ya itu harus. Secepatnya kami minta. Dinas kabupaten/kota dorong secepatnya melakukan pemetaan, karena perpanjangan tangan Kemendikbud adalah dinas-dinas,” harapnya.(fin/ful)