Duel Junior Versus Senior

MANCHESTER – Memulihkan diri, itulah yang dicari Manchester City yang akan bertemu Arsenal pada restart Premier League dini hari nanti (Live Mola TV pukul 02.15 WIB). Berlaga di Etihad Stadium, The Citizens- julukan City- dan Arsenal harus bertanding di stadion tertutup sesuai dengan protokol pandemi virus korona.

Laga ini menjadi duel kunci siapa yang menjadi penentu juara Liga Inggris. Ya, mau tak mau City yang ketinggalan dari Liverpool harus meraih tiga angka jika ingin menjaga asa meski berat. Jika kalah, Liverpool akan siap menggondol trofi lebih cepat jika unggul melawan Everton di Goddison Park.

Sementara Arsenal juga tak bisa bermain aman. Mereka membutuhkan poin penuh guna bisa lolos ke zona Eropa. Ini tak melulu bicara siapa yang menang maupun kalah, Pep Guardiola mengatakan, bahwa timnya harus menguasai banyak bola untuk memperbesar peluang mencetak gol.

”Kami tentu akan bermain bermain ofensif, itu prinsip nomor satu. Kami haruse menciptakan peluang” kata Guardiola yang mengetahui bahwa semua skuad utamanya tetap fit pada laga nanti kepada Manchester Evening News, kemarin.

Diketahui, baik Guardiola dan pelatih Arsenal, Mikel Arteta keduanya memiliki strategi yang sama. Guardiola kerap memakai semua lini belakang dan tengah untuk mengisolasi pergerakan lawan di lini pertahanan. Formulasi ini memberi peluang bahwa lawan terus menekan pemain mereka dan terciptalah ruang kosong.

Momentum ini tentunya menjadi cara bagi Arteta untuk mengaplikasikannya saat ia menjadi tangan kanan Guardiola di Manchester City sejak musim 2016/2017. Kepada London Football, Arteta mengakui karier kepelatihan dan kehidupan pribadinya dipengaruhi nama besar Guardiola. ”Beliau (Guardiola) sangat fenomenal. Saya belajar darinya untuk memahami bagaimana sepakbola berjalan,” ucap Arteta.

Baginya, kontribusi Guardiola membuatnya dipanggil menjadi Pelatih The Gunners-julukan Arsenal- pada Desember 2019 silam. ”Berada satu lapangan bersamanya menjadi pengalaman yang impresif ini benar-benar luar biasa,” lanjut eks gelandang Arsenal itu.

Sebagai pengganti Unai Emery, Arteta sedikit demi sedikit mengangkat performa klub London Utara tersebut. Dari 15 laga, pria asal Spanyol ini baru kalah dua kali (satu kekalahan lewat perpanjangan waktu). Sisanya, The Gunners 5 kali imbang dan menang 8 kali.

Meski posisi Arsenal berada di peringkat 9 klasemen sementara dan sempat terpapar Covid-19, Arteta tak menunjukkan sisi kelemahannya mengawal latihan Aubameyang dkk. Di sisi lain, lini pertahanan menjadi ruang yang harus dijaga Arsenal dengan baik.

Seterunya kali ini menjadi klub paling gahar di kandang lawan. Sergio Aguero dan kawan-kawan ke gawang Arsenal dalam enam laga terakhir sudah melesakkan 17 gol dan hanya kebobolan 2 gol.

Hal yang wajar jika Arteta menyebut laga ini sebagai ujian, bukan urusan kalah menang. Duel guru versus murid ini bisa menunjukkan bahwa sang junior harus punya taji di depan seniornya. “Kami harus menguasai pertandingan, Saya 100 persen yakin dengan hal itu,” tandasnya. (fin/tgr)