Dipermalukan di Mestalla

madrid vs valencia
Real Madrid ketika menghadapi Valencia dalam laga lanjutan La Liga, Senin (9/11/2020). (GETTY IMAGES)

VALENCIA – Mendapatkan tiga hadiah penalti dari wasit, sekaligus satu gol bunuh dari Real Madrid. Stadion Mestalla jadi saksi kemenangan tim berjuluk Kelelawar Hitam, saat mempermalukan sang tamu Real Madrid di laga pekan kedelapan LaLiga Santander, Senin (9/11) dini hari WIB.

Setelah tiga kekalahan beruntun di lima laga terakhirnya, dan satu kali imbang, tuan rumah Valencia akhirnya mengamankan tiga poin penuh. Bahkan tiga poin diraih dengan kemenangan besar.

Secara statistik, tim tamu Real Madrid jauh lebih unggul dari Valencia yang hanya mampu mengendalikan 35 persen jalannya pertandingan. Pasukan Javi Gracia, juga bahkan hanya mampu menciptakan 7 peluang, empat di antaranya mengancam gawang Thibaut Curtois.

Pada laga itu, Zinedine Zidane juga secara mengejutkan melakukan rotasi pemain, yang dinilai tidak pantas dimainkan di laga yang berujung musibah itu. Dengan memainkan Marcelo dan Isco yang sudah tidak lagi pada performa terbaiknya, dan mengistirahatkan Toni Kroos serta Ferland Mendy dalam situasi seperti ini, adalah awal dari petaka di Mestalla.

Zidane yang punya kepercayaan diri tinggi soal taktik, mengaku tidak habis pikir timnya dipermalukan. Terlebih ketika kekalahan itu, adalah buntut dari payahnya lini pertahanan klub tersukses, dalam sejarah Champions League itu.

“Setelah mencetak gol (lewat Karim Benzema), kami membiarkan pertahanan kami mengendur, dan bermain di luar apa yang direncanakan. Setelah apa yang terjadi pada kami di laga ini, sejujurnya, sangat sulit (bagi saya) untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kami di laga ini,” kata Zidane dalam pernyataannya di hadapan media yang dikutip dari MARCA.

Dan meski takluk secara memalukan, Zidane yang merupakan pelatih nomor dua tersukses dalam sejarah Madrid, yakin taktik yang dimainkan skuat arahan Javi Gravia itu, tidaklah jauh lebih baik.

“(Sejujurnya) saya rasa Valencia tidaklah lebih baik dari kami secara taktis. Namun (bicara kekalahan ini) saya adalah yang paling bertanggungjawab, karena solusi dari laga itu adalah tanggungjawab saya. Saya tidak akan mencari-cari alasan,” sambung pelatih berkepala plontos berkewarganegaraan Prancis itu.

Seperti diketahui, hand ball yang dilakukan Lucas Vasques di dalam kotak terlarang Real Madrid, gol bunuh diri Raphael Varane menjelang akhir babak pertama, pelanggaran yang dilakukan Marcelo di depan mulut gawang Curtois, diikuti dengan pelanggaran Sergio Ramos, lagi-lagi di dalam kotak penalti Madrid, adalah serangkaian kesialan El Real, yang mungkin tidak akan Anda temukan di laga-laga Madrid sebelum ini.(ruf/gw/fin)