Dewas KPK Kembali Gelar Sidang Etik

korupsi

JAKARTA – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) kembali menggelar sidang etik lanjutan terhadap Pelaksana Tugas Direktur Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK Aprizal (APZ). Aprizal dilaporkan ke Dewas KPK lantaran diduga melanggar kode etik terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Para saksi yang dipanggil hari ini berasal dari unsur pimpinan, pelaksana tugas juru bicara bidang penindakan, dan pegawai unit koordinasi supervisi penindakan (korsupdak) KPK. Pelaksana Tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri membenarkan hal itu.

“Hari ini ada agenda sidang etik dengan terperiksa Pak APZ dengan acara pemeriksaan saksi-saksi antara lain dari pimpinan, Plt Jubir Penindakan dan pegawai dari korsupdak (koordinasi supervisi penindakan),” kata Ali saat dikonfirmasi, Kamis (3/9).

Baca Juga : Kinerja Dewas KPK Dinilai Tidak Efektif

Pimpinan yang diperiksa sebanyak tiga orang yakni Ketua KPK Firli Bahuri serta dua Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Nurul Ghufron. Meski demikian, Ali enggan menjelaskan lebih rinci mengenai materi pemeriksaan kali ini.

“Karena persidangan bersifat tertutup sebagaimana peraturan Dewas tentang Tata Cara Pemeriksaan dan Persidangan Pelanggaran Kode Etik,” kata Ali.

Sidang tersebut merupakan kelanjutan sidang etik untuk Aprizal yang pertama dilaksanakan pada 26 Agustus 2020. Sidang ini sempat ditunda lantaran KPK sempat memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) imbas 23 pegawai dan seorang tahanan yang kedapatan positif terpapar COVID-19.

“Tentang hasil persidangan etik ini pada waktunya nanti akan disampaikan ketika pembacaan putusan sidang oleh Dewas yang dilakukan dalam persidangan secara terbuka,” ucap Ali.

Persidangan etik Aprizal bakal dilanjutkan pada 8 September 2020 pekan depan. Adapun agendanya yakni pemeriksaan saksi dari pihak terperiksa maupun terperiksa. (riz/gw/fin)