Data Telkomsel Dibobol

tangkap peretas

JAKARTA – Publik mungkin menduga, security sistem informasi dan data Telkomsel akan sulit ditembus. Apalagi formatnya menggunakan metode berlapis, yang jelas tidak sembarangan orang yang memiliki akses untuk membuka dan mengambil data pengguna jasa atau customer.

Tapi kali ini, dugaan publik jauh dari eskpektasi. ”Anda bisa bayangkan pekerja outsourcing atau kontrak saja bisa dengan mudah mencuri data itu. Kalau data yang dibobol hanya punya Denny Siregar, bagaimana dengan data aktivis atau tokoh lain di republik ini. Bisa jadi, percakapan menteri sampai presiden bisa juga dicuri,” terang Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono, Jumat (10/7).

Ditambahkannya, dari keterangan dari Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tentu bisa diambil kesimpulan. Bahwa selain FPH yang telah ditangkap, dari kasus ini bisa memunculkan tersangka lain.

”Ini bukan kasus sembarangan lho. Bukan persoalan siapa tersangkanya. Tapi Anda bayangkan saja, seseorang bisa mencomot kapan data penting di Telkomsel yang bisa saja untuk kepentingan politik dan tujuan tertentu. Maka saya kira kasus ini bisa menyeret tersangka lain,” tegasnya.

Poyuono juga mengapresiasi kerja Tim siber Bareskrim, dalam mengungkap pembobolan data penguna Telkomsel. Dipastikan pembobo data yang merupakan pegawai outsourching merupakan perbuatan pribadi dan untuk kepentingan pribadi.

“Belajar dari kasus ini Manajemen Telkomsel harus melakukan screening kepada pegawai pegawai yang punya akses dan bertanggung jawab atas semua data data pelanggan Telkomsel, ini penting agar pegawai tersebut benar benar dipastikan tidak tercemar moral buruk dan demi menjaga kerahasiaan pelanggan Telkomsel,” pungkasnya.(fin/ful)