Radarnews.co, KAMPAR – Sejumlah siswa baru penerima jalur Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Afirmasi di SMA Al Karomah Aidarusy, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, masih harus menanggung biaya pendidikan. Hal ini terjadi karena dana BOSDA dari Pemerintah Provinsi Riau belum juga dicairkan ke sekolah penerima.
Padahal, program BOSDA Afirmasi ini ditujukan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu yang diterima melalui jalur afirmasi pada tahun ajaran 2024/2025.
Kepala Sekolah SMA Al Karomah Aidarusy, Hairi Padhol, menjelaskan bahwa sekolahnya sudah menerima tujuh siswa afirmasi yang telah memenuhi seluruh kriteria. Namun, karena dana belum masuk, pihak yayasan terpaksa tetap membebankan sejumlah biaya operasional kepada siswa tersebut.
“Dana dari provinsi belum turun, jadi untuk sementara siswa tetap membayar. Kalau sudah cair, kami akan hitung ulang dan kembalikan sesuai ketentuan,” kata Hairi saat ditemui pada Senin (28/7/2025).
Pendaftaran Terkendala Sistem
Hairi mengungkapkan bahwa dari total kuota 23 siswa jalur afirmasi yang diberikan provinsi, hanya tujuh yang terisi. Menurutnya, rendahnya angka ini terjadi karena keterlambatan aktivasi akun sekolah di sistem online BOSDA Afirmasi.
“Awalnya hanya dibuka luring (offline). Sistem daring baru bisa diakses belakangan karena kami terlambat bikin akun. Jadi tidak sempat buka pendaftaran online,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa permasalahan teknis ini bukan hanya dialami sekolahnya saja, tetapi juga terjadi di beberapa sekolah swasta lain yang ikut program BOSDA.
Biaya Sementara Masih Diberlakukan
Sampai pencairan dana dilakukan, siswa jalur afirmasi masih dibebankan sejumlah biaya. Rinciannya mencakup uang pendaftaran sebesar Rp100.000 dan biaya sekolah bulanan sebesar Rp500.000 per siswa.
“Biaya itu sudah termasuk makan dan minum karena siswa kita mondok,” jelas Hairi.
Selain biaya operasional harian, para siswa juga dibebankan biaya perlengkapan seperti seragam. Namun pihak sekolah belum mengetahui apakah komponen ini akan ditanggung BOSDA atau tidak.
Menunggu Kejelasan dari Provinsi
Pihak sekolah masih menunggu informasi resmi mengenai komponen biaya apa saja yang akan dicover oleh BOSDA Afirmasi. Hairi menyebut bahwa dalam waktu dekat akan ada rapat dinas dan pertemuan khusus terkait teknis pelaksanaan program bantuan ini.
“Kita masih tunggu arahan provinsi. Belum ada petunjuk teknis rinci yang kami terima. Kalau nanti sudah jelas, barulah kita sesuaikan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sekolah berkomitmen untuk mengembalikan seluruh biaya yang sudah dibayarkan siswa jika ternyata ditanggung oleh dana BOSDA.
“Setelah dananya cair, kita kalkulasi. Apa yang ditanggung BOSDA, akan kami kembalikan ke siswa,” tegasnya.
Harapan Segera Terealisasi
Hairi berharap Pemerintah Provinsi Riau dapat segera mencairkan dana BOSDA Afirmasi agar siswa yang sudah terdaftar bisa segera merasakan manfaat program ini secara penuh. Ia juga berharap petunjuk teknis penggunaan dana bisa segera didistribusikan agar tidak menimbulkan kerancuan di lapangan.
Program BOSDA Afirmasi merupakan salah satu inisiatif Pemprov Riau dalam mendukung pendidikan inklusif dan membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan yang layak tanpa beban biaya.*