Covid-19, Warga Maluku di Jakarta Harap Perhatian Gubernur

JAKARTA– Provinsi DKI Jakarta kini menjadi epicenter corona dengan angka kasus covid-19 tertinggi dibanding kota-kota lainnya di Indonesia. Pada Jumat (20/3), sudah terdapat sebanyak 215 kasus di Jakarta.

Husen Baffadal, salah satu warga Maluku di Jakarta, meminta perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku sebagai upaya pencegahan Covid-19 bagi anak-anak Maluku di Jakarta. Husen meminta agar badan penghubung pemda Maluku memperluas kinerja pelayanan Informasi terkait covid-19.

“Harus ada perhatian serius oleh badan penghubung sub bagian Informasi, mengingat Jakarta menduduki peringkat ke-1 kasus Covid-19 dan warga maluku sangat banyak di Jakarta. Harapan masyarakat Maluku yang ada di Jakarta harus ada perhatian oleh Pemda Maluku melalui perwakilannya,” tutur Baffadal kepada FIN di Jakarta, Jumat (20/3).

Senada dengan Baffadal, Wasekjend PB HMI, Yunus Umagap mengatakan, warga Maluku di Jakarta memerlukan perhatian Pemda Maluku. Kata dia, warga Maluku yang sebagian besar bekerja serabutan di Jakarta, memiliki risiko terinfeksi sangat besar

Apalagi jika ada kebijakan lockdown, maka akan melumpuhkan sumber kehidupan anak-anak Maluku di Jakarta. “Kami berharap Pemda Maluku, untuk merespons kondisi Jakarta saat ini. Gubernur Maluku melalui sub Penghubung Pemda jangan hanya diam.” Tegas Umagap.

Sementara itu, staf Ketua Umum PB HMI, Fauji Marasabessy menilai, elit-elit dan transformatif gagasan untuk problem Covid-19 harus ada gerakan pengkondisian untuk menjawab dan merespons kondisi warga Maluku di Jakarta. “Bangunan yang berada di jln Jln kebon Kacang Raya No 20 RW 8 bisa saja dialih fungsi untuk Warga Maluku yang kerjanya masih serabutan itu,” kata dia Marasabessy.

Dia mengatakan, setidaknya mes Maluku yang berada di Thamrin City bisa lebih membuka ruang Informasi terkait situasi warga maluku di Jakarta dan dijadikan pusat bantuan logistik kepada warga maluku apabila Pemerintah Pusat menerapkan lockdown.

“Langkah sekarang yang harus diambil oleh perwakilan Mes membagi secara gratis masker dan handsinitizer sebagai pencegah saat ini untuk mendapatkan masker dan hand sinitizer sudah sangat langkah dan mahal. Kami punya data dan lokasi warga jika Pemda tidak punya bisa kami berikan,” tegas pria yang akrab disapa Ozhi ini.

Diketahui, pemerintah memperbaharui jumlah kasus covid-19 di Indonesia pada Jumat (20/3) menjadi 369 kasus secara Nasional. Sementara jumlah kematian akibat virus ini juga bertamba menjadi 32 orang. Dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 17 orang. (fin).