Cabuli Ratusan Anak di Bawah Umur, Warga Negara Prancis Ditangkap

TNI AD
Ilustrasi

JAKARTA – Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65), seorang warga negera asing (WNA) Prancis, ditangkap aparat Polda Metro Jaya. Dia ditangkap usai mencabuli 305 anak Indonesia di bawah umur.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Pol Nana Sudjana mengatakan pihaknya berhasil mengungkap kasus eksploitasi seksual 305 anak di bawah umur oleh seorang warga negara asing. Pelaku berhasil diamankan.

“Untuk korban sebanyak 305 anak. Kalau anak ini bisa dikatakan anak di bawah umur, berumur 18 min 1 hari,” kata Nana dalam jumpa pers di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (9/7).

Dikatakannya, kasus ini terungkap berkat adanya laporan masyarakat mengenai WNA yang diduga mengeksploitasi anak di bawah umur.

Polisi kemudian bertindak dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya polisi menangkap Francois Abello di Hotel Prinsen Park Mangga Besar, Jakarta Barat.

Adakan Kegiatan Massal, Imigrasi Denpasar Deportasi WNA Suriah

“Penyidik mendatangi lokasi Hotel Prinsen Park di Kamar 425. Pada kamar tersebut penyidik mendapati WNA keturunan Prancis kondisi setengah telanjang bersama dengan dua anak perempuan di bawah umur dengan kondisi telanjang dan setengah telanjang,” jelasnya.

Setelah diamankan, petugas menginterogasi Franz dan didapatkan bahwa yang bersangkutan mencari korbannya di mall-mall hingga anak-anak jalanan.

Korbannya ditawari untuk menjadi model dan ketika sampai di hotel korban diminta untuk berfoto tanpa busana dan dipaksa berhubungan badan.

“Untuk modus operandi tersangka untuk berjalan-jalan di mana ada kerumunan anak-anak mereka mendekati, dibujuk dan diajak ditawarkan jadi foto model. Para korban anak yang merupakan anak jalanan yang mau dibawa ke hotel, setelah itu didandani atau di-makeup terlebih dahulu, sehingga terlihat menarik untuk kemudian dilakukan perbuatan cabul,” terangnya.

Agar korbannya tertarik, Franz memberi imbalan uang. Nilai nominal uang yang diberikan tak pasti, mulai Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta.

Baca Juga: Belasan WNA Keroyok Anggota Polda Metro Jaya

“Anak yang bersedia disetubuhi juga diberi imbalan Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta,” tuturnya.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami alasan Franz membuat hingga 305 video porno dengan pemeran anak di bawah umur.

“Apakah 305 video ini dijualbelikan? Nah ini masih kita kembangkan, dikemanakan selama ini video yang mereka buat,” katanya.

Polisi juga menyita barang bukti berupa puluhan kostum untuk pemotretan, laptop, alat fotografi, kamera tersembunyi, alat bantu seks hingga kontrasepsi.(gw/fin)