Bulog Klaim Beras Bansos Kualitas Premium

Bulog
Foto: Instagram

JAKARTA – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mengklaim, kualitas beras untuk bantuan sosial kepada warga terdampak Covid-19 di wilayah Jabodetabek, merupakan beras premium yang berkualitas baik dan sudah melalui quality control yang ketat. Namun begitu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi agar kualitas beras Bulog yang disalurkan tetap terjaga.

“Kita terus lakukan evaluasi, bahkan tahap selanjutnya akan lebih terjaga kualitas berasnya, meskipun ada campuran beras ex impor tapi lebih mengutamakan beras lokal yang kualitasnya pulen. Ini dilakukan dalam rangka memenuhi preferensi konsumen penerima manfaat” kata Tri Wahyudi Saleh melalui siaran persnya, Senin (6/7).

Saleh mengatakan, sebagai respon dari keluhan Pemerintah Kabupaten Bogor yang mengaku kecewa dengan kualitas beras Bulog yang disalurkan di wilayahnya. Saleh mengklaim, Bulog telah memaksimalkan kualitas beras lokal dari petani sekitar Bogor, Sukabumi dan Cianjur. Bulog juga menyalurkan beras ex impor untuk memberikan kualitas beras terbaik bagi masyarakat penerima di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Diduga Salurkan Bansos Bermutu Rendah, Ini Kata Direktur Utama Bulog

Pencampuran ini dilakukan semata-mata ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Justru karena beras impor yang dicampurkan adalah Kualitas Premium sehingga dapat mengangkat kualitas beras medium bansos menjadi lebih baik, campuran pun perbandingannya lebih banyak beras lokal ketimbang beras impor.

“Kami juga membentuk tim monitoring dan evaluasi (Monev) yang bertugas untuk koordinasi dengan Tim Pemkab Bogor (Bupati Bogor, Dinas Sosial, Dinas Perdagangan, DPRD Bogor) dan memastikan agar proses penyaluran Bansos berjalan lancar dan tepat waktu sesuai dengan standar kualitas beras yang diamanatkan kepada Perum BULOG”, kata Tri Wahyudi Saleh.

Baca Juga: Jamin Ketersediaan Beras, Kementan Tingkatkan Produksi Padi

Ia pun menegaskan bahwa upaya mendiskreditkan kualitas maupun kemasan Bulog yang tidak didasarkan bukti-bukti yang kuat akan diselesaikan melalui jalur hukum sesuai ketentuan. Hal ini yang harus dipahami masyarakat dan para pihak perbedaan beras kualitas medium dan Premium sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan RI.(dal/fin)