BSSN Diminta Memeriksa Sistem PLN

JAKARTA – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) diminta untuk memeriksa sistem di PT PLN (persero) terkait lonjakan tagihan listrik yang banyak dikeluhkan masyarakat. Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pihaknya akan meminta BSSN memeriksa sistem PLN dan memastikan keamanan dan konsistensi sistem valuasi tagihan di PLN.

Yudhi Sadewa mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi secara virtual dengan Kementerian ESDM dan meminta penjelasan dari PLN terkait lonjakan tagihan listrik yang dianggap tidak normal. Sehingga selain meminta bantuan BSSN, pihaknya juga akan door to door ke rumah pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan dan melakukan pendataan sebagai sampel dari sistem PLN. “Tim juga berencana untuk melakukan survei lapangan langsung ke rumah pelanggan yang melakukan pengaduan dan menjadi sampel,” katanya melalui rilisnya, Kamis (18/6).

Dijelaskan, Yudhi Sadewa, bahwa untuk menjamin transparansi dan memenuhi harapan masyarakat, pihaknya akan mengambil sampel pelanggan sebesar 10 persen dari total aduan masyarakat.

“Rekening pelanggannya akan saya lihat catatannya 12 bulan ke belakang. Supaya masyarakat mengerti kalau kita sudah betul-betul pemeriksaan ulang. Kami akan publikasikan ceknya seperti apa sehingga tidak ada pertanyaan yang meragukan lagi,” jelas Yudhi.

Dalam rapat virtual dengan ESDM yang digelar Rabu (17/6), dijelaskan Yudhi bahwa ada komunikasi yang kurang lancar terhadap kejadian naiknya tagihan listrik masyarakat. Sementara itu, menurut Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi menjelaskan, kejadian lonjakan tagihan listrik karena dampak dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Namun untuk tarif listrik, dipastikan tidak ada kenaikan dari pemerintah.

“PLN kemudian melakukan skema penghitungan rata-rata konsumsi listrik selama tiga bulan terakhir. Dipastikan bahwa bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik sampai saat ini dan tarif listrik masih sama yakni Rp1.467 per kWh. Nanti PLN bisa jelaskan. Kami hanya menjelaskan saja bahwa dari pemerintah tarif listrik tidak naik,” ujar Hendra Iswahyudi.(dal/fin)