BPK Temukan Potensi Kerugian Negara Pada Program Rumah DP Rp0

kerugian negara
Proyek Tower A Klapa Village, Jakarta. (JawaPos)

JAKARTA – Ada temuan kerugian negara pada program pembangunan rumah DP Rp0. Potensi kerugian negara ditaksir sekitar Rp 9,2 miliar.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta menemukan adanya potensi kerugian negara dari pembangunan rumah DP Rp0. Potensi kerugian negara ini ditemukan pada pelaksanaan kegiatan PD Pembangunan Sarana Jaya terkait proyek Tower A Klapa Village, Jakarta.

Seperti dilansir kantor berita Antara, Kamis (16/7), temuan tersebut merupakan salah satu dari sembilan temuan BPK pada 25 Oktober 2019, terkait laporan hasil pemeriksaan kepatuhan (LHPK) pada PD Pembangunan Sarana Jaya (PPSJ) tahun buku 2018 dan 2019.

Baca Juga: Polri Dalami Laporan Ketua BPK atas Benny Tjokro

Potensi kerugian tersebut yakni pada denda keterlambatan senilai Rp4,73 miliar dan potensi kelebihan pembayaran pekerjaan senilai Rp4,55 miliar. Temuan itu pada pelaksanaan kegiatan proyek Tower A Klapa Village.

Untuk itu, BPK merekomendasikan kepada Direktur Utama PPSJ agar memproses dan mempertanggungjawabkan dengan cara memotong pembayaran terakhir dan potensi kelebihan pembayaran terakhir atas potensi kelebihan pembayaran pekerjaan Tower A DP Rp0 Klapa Vilage yang dilaksanakan PT TEP senilai Rp4,55 milar sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tukang Catat

Selanjutnya, BPK juga merekomendasikan Dirut PPSJ untuk menagih denda keterlambatan PT TEP senilai Rp4,73 miliar dan menyetorkan ke rekening KSO ST.

BPK tidak merinci apa yang dimaksud rekening KSO ST dan PT TEP pada laporan itu.(gw/fin)