Berpotensi Timbulkan Ledakan Jumlah Penderita Covid-19

kasus positif covid-19
Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo. (Instagram)

JAKARTA – Ratusan peserta demo menolak UU Cipta Kerja terdekteksi reaktif COVID-19. Sulitnya melacak orang-orang yang kontak erat, berpotensi menimbulkan ledakan jumlah penderita COVID-19 sepekan hingga dua pekan ke depan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan aksi unjuk rasa yang menolak UU Cipta Kerja pada 8 Oktober lalu dinilai menimbulkan ledakan kasus positif COVID-19 di Tanah Air. Temuan ratusan peserta demo yang reaktif dan positif COVID-19 sebagai pemicunya.

“Banyak warga yang diminta menjalani pengujian virus Corona dan ternyata hasilnya positif COVID-19. Ini membahayakan diri mereka serta keluarga mereka kalau kembali ke rumah,” katanya dalam keterangan resminya, Minggu (11/10).

Dia berharap masyarakat yang menggelar demo untuk tetap memperhatikan ancaman COVID-19. Penyampaian aspirasi, menurutnya, jangan sampai mengorbankan keselamatan diri, orang lain, dan kesehatan keluarga di rumah.

Ditegaskannya status darurat kesehatan belum dicabut dan masih berlaku hingga saat ini. Karenanya, masyarakat harus tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan agar terhindar virus mematikan tersebut.

“Kalau sekarang banyak masyarakat mengabaikan protokol kesehatan, secara sengaja membuat kerumunan, maka mereka bukan hanya melanggar peraturan, tetapi membahayakan diri dan juga keluarga yang mereka sayangi,” ucap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.

Dia mengingatkan pandemi COVID-19 belum berakhir. Masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat demi menurunkan angka penularan dan angka kematian.

“Menciptakan kerumunan dalam jumlah besar dan mengabaikan protokol kesehatan akan menambah beban dokter dan tenaga medis yang sudah berjuang keras menyelamatkan kesehatan masyarakat,” tuturnya.(gw/fin)