Berkat Kecerdikan Hakim Ziyech

chelsea
Hakim Ziyech. (Instagram@hziyech)

CHELSEA – Tuan rumah Chelsea dibuat terkejut saat serangan David McGoldrick di menit kesembilan laga, berhasil merobek gawang Edouard Mendy di bawah mistar gawang The Blues. Serangan yang terjadi dengan tempo cepat melibatkan kerjasama apik tiga pemain lawan, memaksa kiper Timnas senegal itu untuk memungut bola dari gawangnya sendiri.

Hal ini kemudian memaksa skuat asuhan Frank Lampard, sesegera mungkin meningkatkan daya tempur. Untungnya Chelsea memiliki Hakim Ziyech.

Butuh empat belas menit bagi Chelsea untuk dapat menyamakan kedudukan, dan dari empat gol balasan yang mampu dihadirkan Si Biru. Dua di antaranya adalah berkat kecerdikan Hakim Ziyech dalam menempatkan umpan-umpan mautnya.

Dua gol balasan ini kemudian menginspirasi pemain Chelsea lainnya, untuk terus menekan hingga akhir laga. Hal ini dibuktikan dengan dua gol tambahan bagi kubu Frank Lampard, yang masing-masing dicetak Thiago Silva dan Timo Werner, pada menit ke-77 dan ke-80 laga.

Empat gol tersebut memupuskan perlawanan skuat arahan Chris Wilder, yang kesulitan meladeni permainan impresif juara Premier League enam kali itu.

Melihat perfoma Ziyech, tidak ada kata-kata yang bisa diutarakan oleh seorang Frank Lampard, selain pujian setinggi langit untuk sang pemain bernomor punggung 22 itu.

“Kami (Chelsea) sempat berhadapan melawannya (Hakim Ziyech) di Champions League tahun lalu. Dia adalah sosok pemain level atas. Dan ketika ia bermain untuk kami, semakin menjadi-jadi pula kemampuannya untuk membuat kami takjub. (Ke depannya) ia akan menjadi pemain besar bagi kami, pemain yang bisa saya andalkan untuk meningkatkan performa tim,” kata Frank Lampard seperti dikutip Eurosport.

Media Eropa sendiri, mulai melihat Chelsea yang telah menggelontorkan 200 juta euro atau setara Rp 3,3 triliun belanja pemain, sebagai kandidat juara.

Jika saja tren kemenangan bisa terus di jaga hingga akhir musim, tentu salah satunya lewat servis Hakim Ziyech, peluang klub asal kota London itu terbuka lebar untuk kembali mengangkat trofi, mengulang kesuksesan pada 2016/17. (ruf/gw/fin)