Bawaslu Temukan Ratusan Ribu Pemilih Tak Memenuhi Syarat

Ketua Bawaslu Abhan. (bawaslu.go.id)

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menemukan sebanyak 805.856 pemilih di 204 kabupaten/kota yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) pada Pemilu 2019 terdaftar pada daftar pemilih Pilkada Serentak 2020.

Ketua Bawaslu Abhan menegaskan temuan tersebut didapatkan Bawaslu dari hasil sementara pengawasan pelaksanaan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih Pilkada 2020.

”Kalau dari tahapan coklit yang dimulai 15 Juli hingga 4 Agustus lalu, Bawaslu telah menghasilkan pengawasan terhadap kualitas daftar pemilih A-KWK, sementara proses tahapan coklit masih akan berlangsung hingga 13 Agustus 2020,” jelas Abhan yang dipertegas dalam siaran persnya, Kamis (6/8).

Lagi-lagi Abhan mengimbau kepada seluruh pengawas pemilu untuk memastikan kevalidan daftar pemilih pelaksanaan Pilkada 2020.

”Coklit ini penting agar bisa memastikan daftar pemilih yang akuntabel dan valid, karena setiap pemilu daftar pemilih menjadi masalah, nah agar tidak lagi bermasalah maka coklit harus benar,” tegasnya.

Dia meminta kepada pengawas pemilu agar dengan cermat mengawasi proses pencoklitan tersebut. Terhadap pemilih yang telah memenuhi syarat, pengawas pemilu harus memastikan terdaftar dan yang tidak memenuhi syarat tidak dimasukan ke daftar pemilih. Pasalnya, kata dia, daftar pemilih kerap menjadi masalah setiap pelaksanaan pemilu.

”Tentu saja agar tidak menjadi masalah maka coklit harus serius dan peran Bawaslu RI hingga pengawas desa untuk bisa mengawasi coklit ini,” ungkapnya.

Pengawasan dilakukan Bawaslu dengan mengidentifikasi pemilih pemula, mencermati pemilih yang dinyatakan TMS pada Pemilu 2019, mengumpulkan informasi pemilih yang belum berumur 17 tahun sudah menikah, mengidentifikasi pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu 2019 dan ketentuan satu keluarga memilih di TPS yang sama.(fin/ful)