Angka Kesembuhan Terus Meningkat

kasus positif covid-19
Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo. (Instagram)

JAKARTA – Banyak orang di Indonesia yang sembuh setelah menjalani isolasi setelah terpapar COVID-19. Angka kesembuhan terus meningkat. Hingga Senin (12/10), sudah 258.519 orang dinyatakan pulih alias negatif Corona.

“Semakin banyak saudara-saudara kita yang tadinya dirawat karena COVID-19, kini sudah sembuh. Dari total kasus aktif Indonesia sejumlah 66.262 kasus, sebanyak 3.492 kasus di antaranya sudah selesai menjalani isolasi dan perawatan,” ujar Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Reisa Broto Asmoro di Jakarta, Senin (12/10).

Hingga akhir pekan, rata-rata angka kesembuhan di Indonesia naik menjadi 76,4 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Reisa mengingatkan agar masyarakat selalu disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak). “Dengan mematuhi protokol kesehatan, harapnya kita dapat mencegah terjadinya penularan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo menyatakan seluruh provinsi dengan kasus tertinggi COVID-19 di Indonesia mengalami tren kasus kematian dan kesembuhan yang membaik.

“Dari seluruh provinsi semua mengalami tren perbaikan. Angka kematian menurun di sembilan provinsi. Hanya satu yang masih belum mengalami penurunan. Yaitu Bali. Provinsi Jawa Timur dan Papua sempat naik. Tetapi turun lagi dalam seminggu terakhir,” ujar Doni di Jakarta, Senin (12/10).

Selain angka kematian yang mulai melandai, tren kasus pasien yang sembuh dari COVID-19 mengalami kenaikan hampir di seluruh provinsi dengan kasus tertinggi. Doni menerangkan hanya provinsi Papua yang angka kesembuhan pasiennya belum meningkat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini meyebut Provinsi Jawa Timur saat juga membaik. Tak ada lagi zona merah di wilayah timur Pulau Jawa tersebut.

“Upaya pemerintah provinsi Jawa Timur mengajak masyarakat untuk lebih patuh pada protokol kesehatan pencegahan COVID-19 membuahkan hasil. Yakni melalui kerja sama dengan tokoh masyarakat serta tokoh agama,” terang mantan Danjen Kopassus ini.

Dia meminta semua pimpinan daerah melibatkan lebih banyak tokoh daerah. Termasuk mereka yang memiliki pengaruh. Sehingga kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan COVID-19 semakin meningkat.(rh/fin)