Amerika Serikat Resmi Mundur dari WHO

Amerika Serikat

JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat resmi menarik diri dari keanggotan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kekecewaan AS pada badan PBB itu dalam menangani pandemi Covid-19.

Anggota Partai Demokrat, Robert Menendez mengatakan, bahwa kongres telah menerima pemberitahuan bahwa POTUS (Presiden Amerika Serikat) secara resmi menarik Amerika Serikat dari WHO di tengah pandemi (Covid-19).

“Trump menyebut respons (WHO) terhadap Covid-19 kacau dan tidak koheren. Ini (WHO) tidak akan melindungi hidup atau kepentingan orang Amerika. Hanya membuat orang Amerika sakit dan sendirian,” kata Menendez, dikutip dari CNN, Rabu (8/7).

PBB mengonfirmasi telah menerima surat resmi pengunduran diri AS sepanjang tiga kalimat. Adapun penarikan diri negara donatur terbesar WHO itu efektif terhitung mulai tahun depan.

Baca Juga: Publik Tagih Janji WHO

“Pemberitahuan penarikan Amerika Serikat dari WHO sudah disampaikan dan efektif mulai 6 Juli 2021 telah disampaikan kepada Sekretaris Jenderal PBB,” kata Sekjen PBB, Antonio Guterres.

“Kami bersama WHO tengah memverifikasi pengunduran diri AS apakah telah memenuhi syarat. Ketentuannya termasuk memberikan pemberitahuan satu tahun sebelumnya serta memenuhi pembayaran kewajiban sumbangan,” lanjutnya.

Donald Trump pernah melontarkan pernyataan, bahwa Amerika Serikat akan keluar dari WHO dan mengalihkan pembiayaan kesehatan ke tempat lain pada Mei lalu.

Penyebabnya, Trump menuding organisasi yang dipimpin Dr Tedros Ghebreyesus itu menyesatkan dunia dengan memberikan informasi salah mengenai Covid-19.

Baca Juga: WHO Utus Tim ke Cina

Selain itu, Trump juga menuding WHO bermain mata dengan China terkait penyebaran virus yang telah menginfeksi lebih dari 11 juta serta menewaskan lebih dari 600.000 orang di seluruh dunia.

USA tercatat sebagai negara dengan kasus infeksi dan angka kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia. Berdasarkan data per Selasa (7/7/2020) kemarin, Negeri Paman Sam mencatatkan angka positif Covid-19 lebih dari 3 juta orang dan kematian menembus 133.000. (der/fin)