Amerika Serikat Borong Obat Remdesivir

JAKARTA – Amerika Serikat membeli hampir semua stok global obat remdesivir. Imbasnya, selama tiga bulan kedepan negara-negara di dunia dipastikan kesulitan untuk mencari jenis obat Covid-19 tersebut.

Melalui pernyataan resminya, US Department of Health and Human Services mengatakan, bahwa Amerika Serikat membeli stok remdesivir dari produsennya, yaitu Gilead Science hingga September. Ada lebih dari 500 ribu remdesivir yang telah “diamankan” oleh AS.

“Stok ini berasal dari seluruh produksi remdesivir pada Juli dan 90 persen produksi pada Agustus dan September. Seluruh obat ini akan didistribusikan ke berbagai rumah sakit di Amerika Serikat hingga September mendatang,” demikian pernyataan Badan Negara AS tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Dukung Upaya Unair Kembangkan Obat Pengkal Virus Corona

Hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 2,6 juta kasus konfirmasi Covid-19 di Amerika Serikat. Beberapa negara bagian AS bahkan sudah mencetak rekor baru terkait jumlah kasus Covid-19.

Upaya pemborongan oleh Amerika Serikat ini hampir tidak menyisakan stok remdesivir untuk negara-negara lain di dunia selama tiga bulan ke depan. Padahal, organisasi kesehatan dunia (WHO) baru saja menyatakan bahwa pandemi Covid-19 tampak akan semakin memburuk ke depan.

Baca Juga: Rusia Siap Pasok Obat dan Vaksin Corona

Pada Senin lalu, Gilead Science mematok harga remdesivir sebesar 2.340 dolar AS atau sekitar Rp 33,7 juta per pasien Covid-19 untuk negara-negara kaya.

“Gilead Science juga sudah setuju untuk memasuk hampir semua stok remdesivirnya untuk Amerika Serikat hingga tiga bulan ke depan,” tulis pernyataan tersebut. (der/fin)