Ada Vaksin, Tetap Disiplin 3M

vaksin covid-19
Presiden Joko Widodo. (Instagram@jokowi)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak).

“Meski vaksin sudah ada, kita tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tetap disiplin 3M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Itu selalu harus terus kita lakukan. Semoga Tuhan yang Maha Esa memberkahi kita semua untuk bisa melewati ujian wabah ini,” kata Jokowi di Jakarta, Senin (7/12).

Menurut Jokowi, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi asal China, Sinovac, akan dievaluasi oleh BPOM. Selain 1,2 juta dosis vaksin yang datang bulan ini, pemerintah juga masih mengupayakan 1,8 juta dosis vaksin untuk tiba di awal Januari 2021.

“Kita amat bersyukur, alhamdulillah vaksin sudah tersedia. Artinya kita bisa segera mencegah meluasnya wabah COVID-19. Tapi untuk memulai vaksinasi masih memerlukan tahapan-tahapan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” jelasnya.

Vaksin yang datang tersebut telah melewati uji secara klinis tahap III di Bandung sejak Agustus 2020 lalu. Selain vaksin dalam bentuk jadi, dalam Desember ini juga akan tiba 15 juta dosis vaksin dan sebanyak 30 juta dosis vaksin di Januari 2021 dalam bentuk bahan baku curah yang akan diproses oleh PT Bio Farma Persero.

Presiden menegaskan, sebelum melakukan vaksinasi ke masyarakat, seluruh prosedur harus dilalui dengan baik untuk menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat serta efektivitas vaksin.

“Seluruh prosedur harus dilalui dengan baik dalam rangka menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat serta efektivitas vaksin, pertimbangan ilmiah, hasil uji klinis ini akan menentukan kapan vaksinasi bisa dimulai,” paparnya.

Pertimbangan hasil uji klinis akan menentukan kapan vaksinasi bisa dimulai. Dia menyampaikan sistem distribusi vaksin ke daerah juga penting, menyangkut peralatan pendukung, sumber daya manusia dan tata kelola vaksinasi.

Jokowi menjelaskan sejak beberapa bulan lalu, telah dilakukan berbagai simulasi vaksinasi di beberapa provinsi. Presiden optimistis ketika vaksinasi sudah diputuskan akan dimulai, maka semau wilayah sudah dalam keadaan siap.(rh/fin)