Dengan menggunakan website ini, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi dan Ketentuan Layanan kami.
Accept
Radarnews.coRadarnews.co
  • News
  • Riau
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Kepulauan Meranti
    • Kuantan Singingi
    • Pelalawan
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Siak
    Riau
    Lihat Lainnya
    Berita Teratas
    Konji Barayak, bubur tradisional khas Kuantan Singingi akan menjadi menu kuliner andalan menyambut Festival Pacu Jalur 2025
    Festival Pacu Jalur 2025 Usung Kuliner dan Budaya Khas Kuansing, Konji Barayak Jadi Andalan
    1 bulan lalu
    Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri
    DPRD Riau Desak Polisi Usut Tuntas Kebakaran Disnakertrans
    1 bulan lalu
    Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sidak ke RDS Madani Pekanbaru
    Skandal Pungli THL RSD Madani: Fakta Hampir Rampung, Laporan Segera Naik
    3 minggu lalu
    Berita Terbaru
    Bertemu DPRD Riau, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan Tegas Tolak Relokasi
    1 minggu lalu
    Tuntutan Berat untuk Eks Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa: 6 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Miliaran
    2 minggu lalu
    Sidang Tuntutan Korupsi, Eks Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa Hadapi Tuntutan Jaksa KPK
    2 minggu lalu
    Sidang Tuntutan Eks Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa Cs Digelar Hari Ini
    2 minggu lalu
  • Nasional
  • Internasional
    InternasionalLihat Lainnya
    kendaraan militer Thailand menghadapi Kamboja.
    Hari Ke-4 Konflik Thailand-Kamboja: Jumlah Korban Meningkat, Ratusan Ribu Warga Mengungsi
    1 bulan lalu
    Pasukan militer Thailand memuat artileri
    Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Kekuatan Militer Jomplang
    1 bulan lalu
  • Hukum
    HukumLihat Lainnya
    Terdakwa kasus korupsi dan suap yang merupakan Eks PJ Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa dituntut 6 tahun penjnaran dan uang pengganti miliaran rupiah
    Tuntutan Berat untuk Eks Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa: 6 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Miliaran
    3 minggu lalu
    Ketiga terdakwa suap, termasuk eks PJ Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa menghadapi sidang tuntutan di Pengadillan Negeri Pekanbaru
    Sidang Tuntutan Korupsi, Eks Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa Hadapi Tuntutan Jaksa KPK
    3 minggu lalu
    Petugas menggiring mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa usai penetapan dan penahanan pasca OTT, beberapa waktu lalu
    Sidang Tuntutan Eks Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa Cs Digelar Hari Ini
    3 minggu lalu
    Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sidak ke RDS Madani Pekanbaru
    Skandal Pungli THL RSD Madani: Fakta Hampir Rampung, Laporan Segera Naik
    3 minggu lalu
    Dua terduga TPPO berhasil diamankan Polda Riau dalam operasi yang digelar di Dumai, Sabtu (9/8/2025) dini hari
    Pengiriman 22 PMI Ilegal Berhasil Digagalkan, Polda Riau Tangkap 2 Terduga TPPO
    3 minggu lalu
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Teknologi
  • About Us
  • Redaksi
  • Iklan
  • Ketentuan Penggunaan
  • Kebijkan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© 2025 Radarnews.co. All Rights Reserved.
Membaca: Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Kekuatan Militer Jomplang
Bagikan
Notifikasi Lihat Lainnya
Ubah Ukuran HurufAa
Ubah Ukuran HurufAa
Radarnews.coRadarnews.co
  • News
  • Pekanbaru
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Indragiri Hilir
  • Indragiri Hulu
  • Kampar
  • Kepulauan Meranti
  • Kuantan Singingi
  • Pelalawan
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Siak
  • NewsNewsNews
  • KanalKanalKanal
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum
    • Olahraga
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lingkungan
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Teknologi
  • DaerahDaerahDaerah
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Kepulauan Meranti
    • Kuantan Singingi
    • Pelalawan
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Siak
Sudah punya akun? Masuk
Ikuti Kami
  • About Us
  • Redaksi
  • Iklan
  • Ketentuan Penggunaan
  • Kebijkan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© 2025 Radarnews.co. All Rights Reserved.
Internasional

Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Kekuatan Militer Jomplang

Terakhir diperbarui: 27 Juli 2025, 21:08 WIB
Oleh Fahrizal Hamzah - Reporter
5 Menit Membaca
Bagikan
Pasukan militer Thailand memuat artileri
Pasukan militer Thailand memuat artileri. Konflik batas wilayah antara Thailand dan Kamboja kembali memanas.Foto: AFP
Bagikan

Radarnews.co — Ketegangan bersenjata antara Thailand dan Kamboja kembali meningkat sejak Kamis (24/7/2025), dengan bentrokan yang terus berlanjut hingga Sabtu (26/7/2025). Sengketa perbatasan yang telah lama membara kini meletus dalam bentuk konfrontasi terbuka yang telah merenggut sedikitnya 33 korban jiwa dari kedua belah pihak.

Konflik ini terjadi di tengah kawasan Asia Tenggara yang relatif stabil, dan menarik perhatian regional serta internasional. Meski berbagai pihak telah menyerukan deeskalasi, belum ada tanda-tanda penurunan intensitas pertempuran di wilayah perbatasan kedua negara.

Konfrontasi ini memunculkan kembali pertanyaan mendasar: seberapa seimbang kekuatan militer Thailand dan Kamboja dalam menghadapi konflik terbuka?

Thailand Unggul di Semua Matra

Data terbaru dari lembaga pemeringkat militer Global Firepower 2025 menunjukkan ketimpangan signifikan antara kekuatan militer kedua negara. Thailand berada di peringkat ke-25 dari 145 negara dalam daftar kekuatan militer global, jauh mengungguli Kamboja yang berada di posisi ke-95.

Dalam hal jumlah personel, Thailand memiliki total sekitar 606.850 pasukan, dengan rincian 360.850 personel aktif, 221.000 pasukan cadangan, dan 25.000 personel paramiliter. Di sisi lain, Kamboja memiliki total 231.000 personel, yang terdiri dari 221.000 personel aktif dan 10.000 paramiliter. Tak memiliki cadangan militer yang signifikan, kekuatan Kamboja sangat bergantung pada mobilisasi langsung.

Secara regional, Thailand menempati posisi ketiga di kawasan ASEAN setelah Indonesia dan Vietnam, sedangkan Kamboja berada di peringkat kedelapan.

Anggaran Pertahanan dan Peralatan Tempur

Perbedaan paling mencolok terlihat dari alokasi anggaran pertahanan. Thailand menggelontorkan sekitar USD 5,89 miliar (sekitar Rp 96,6 triliun), sedangkan anggaran pertahanan Kamboja hanya mencapai USD 860 juta (sekitar Rp 14,1 triliun). Ketimpangan anggaran ini tercermin dalam ketersediaan dan modernisasi persenjataan.

Di darat, Thailand memiliki 635 tank, 16.935 kendaraan tempur lapis baja, serta 589 artileri tarik dan 50 artileri swagerak. Sebagai perbandingan, Kamboja memiliki jumlah tank yang sedikit lebih banyak (644 unit), tetapi hanya memiliki 3.627 kendaraan lapis baja dan 30 artileri swagerak.

Meski demikian, Kamboja mencatat jumlah peluncur roket yang signifikan, yaitu 463 unit, jauh lebih banyak dibandingkan Thailand yang memiliki 26 unit. Ini menunjukkan Kamboja lebih bertumpu pada strategi pertahanan rudal berbasis darat ketimbang kendaraan tempur.

Superioritas Udara Thailand

Dalam hal kekuatan udara, Thailand sangat dominan. Negeri Gajah Putih memiliki 493 pesawat, termasuk 72 jet tempur, 20 pesawat serang, dan 258 helikopter (termasuk 7 helikopter serang). Kamboja nyaris tidak memiliki kekuatan udara ofensif, dengan hanya 25 pesawat total, tanpa jet tempur maupun pesawat serang.

Keterbatasan ini sangat memengaruhi daya gempur dan respons strategis Kamboja dalam konflik yang membutuhkan superioritas udara.

Selain itu, Thailand juga memiliki 54 pesawat angkut, dibandingkan 4 unit milik Kamboja, yang menandakan kemampuan logistik udara yang jauh lebih kuat.

Kekuatan Laut Thailand Jauh Lebih Lengkap

Di matra laut, Thailand kembali menunjukkan dominasi. Angkatan Laut Thailand memiliki 1 kapal induk helikopter, 7 fregat, 6 korvet, serta 49 kapal patroli dan 5 kapal perang anti-ranjau. Sementara itu, Angkatan Laut Kamboja hanya memiliki 20 kapal patroli dan tidak memiliki kapal tempur berat seperti fregat atau korvet.

Superioritas maritim ini memberikan Thailand keunggulan dalam pengawasan laut, pengamanan jalur suplai, serta fleksibilitas serangan dari laut ke darat.

Baca Juga

kendaraan militer Thailand menghadapi Kamboja.
Hari Ke-4 Konflik Thailand-Kamboja: Jumlah Korban Meningkat, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Situasi Terkini: Thailand di Atas Angin

Berdasarkan kondisi di lapangan dan analisis kekuatan militer, Thailand saat ini berada di atas angin dalam konflik perbatasan tersebut. Namun, konflik bersenjata tidak semata ditentukan oleh angka dan persenjataan. Faktor medan tempur, strategi, dukungan logistik, dan moral pasukan juga turut menentukan hasil konfrontasi.

Pihak internasional, termasuk ASEAN dan PBB, terus mengupayakan dialog damai. Meski begitu, hingga Minggu sore, belum ada laporan resmi tentang gencatan senjata maupun kesepakatan damai.

Jika konflik terus berlanjut, dikhawatirkan dampaknya akan meluas, tidak hanya pada stabilitas politik kawasan, tetapi juga terhadap ekonomi, migrasi lintas batas, dan keamanan sipil di wilayah terdampak.*

Topik:Konflik Thailand - Kamboja
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Berita Sebelumnya Water bombing menjadi solusi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lokasi yang sulit dijangkau Karhutla Riau Belum Usai, Pemadaman di Rokan Hulu Terkendala Akses
Berita Berikutnya Gubernur Riau Abdul Wahid meminta agar gelaran Pacu Jalur Kuansing 2025 benar-benar dipersiapkan, khususnya ketersediaan hoten dan penginapan Gubernur Riau Minta Kesiapan Total Jelang Pacu Jalur 2025
Subscribe
Login
Notify of
guest
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

FacebookSuka
XIkuti
YoutubeSubscribe
TelegramIkuti
- Advertisement -
Ad image

Terbaru

Prof. Harris Arthur Hedar, Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM)
Prof Harris Arthur: Sekolah Rakyat Putus Kemiskinan Ekstrem Indonesia
Pendidikan
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan Tolak Relokasi, Sampaikan Aspirasi ke DPRD Riau Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) kembali menyuarakan aspirasi terkait penolakan relokasi dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Riau, Selasa (19/8/2025)
Bertemu DPRD Riau, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan Tegas Tolak Relokasi
Riau
CEO Meta, Mark Zuckerberg
Zuckerberg Klaim AI Meta Mulai “Belajar Sendiri”
Teknologi
Terdakwa kasus korupsi dan suap yang merupakan Eks PJ Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa dituntut 6 tahun penjnaran dan uang pengganti miliaran rupiah
Tuntutan Berat untuk Eks Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa: 6 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Miliaran
Hukum
Radarnews.coRadarnews.co
© 2025 Radarnews.co. All Rights Reserved.
  • About Us
  • Redaksi
  • Iklan
  • Ketentuan Penggunaan
  • Kebijkan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
ⓘ
wpDiscuz
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Password

Lupa password?