Rumah Sakit Covid-19 Ditarget Operasi Minggu Depan

Wisma atlit yg akan di gunakan untuk pasien covid19. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan, bahwa progres pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid 19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat mencapai 50 persen.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid memperkirakan bahwa penyelesaiannya rampung pada Minggu, 22 Maret 2020.

“Dari data yang ada di lapangan progres pembangunan RS Darurat Covid 19 sampai dengan Jumat (20/3) sudah mencapai 50 persen. Kami harapkan pada Minggu, 22 Maret 2020 telah selesai 100 persen,” kata Khalawi, Sabtu (21/3).

Khalawi menyebutkan, bahwa pihak Kementerian PUPR saat ini tengah mengerahkan lebih dari 700 tenaga kerja untuk merampungkan pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid 19 tersebut.

“Kami mengerahkan 700 orang lebih guna menyelesaikan pembangunan RS Darurat Covid 19 di Wisma Atlet Kemayoran,” ujarnya.

Khalawi menjelaskan, bahwa saat ini sebagian logistik seperti peralatan medis dan tim medis akan mulai masuk RS Darurat Covid-19 mulai Sabtu, 21 Maret 2020.

“Diharapkan pada Senin, 23 Maret 2020 sudah dapat merawat pasien yang dikoordinasikan oleh Rumah Sakit RSPAD Gatot Subroto,” imbuhnya.

Selain itu, Khalawi menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi dengan seluruh pihak terkait penanganan covid-19, seluruh pembiayaan akan ditanggung oleh BNPB.

Untuk operasionalisasi dan kebersihan tower 1, 6, 7 adalah INA Hotel sedangkan untuk tower 3 adalah Moritz. Sedangkan instalasi dan alat kesehatan serta alat rumah sakit dikoordinir oleh RSPAD Gatot Subroto yang bekerja sama dengan Kemenkes dan Paramedis.

Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga menambahkan, bahwa terdapat dua menara yang akan disulap menjadi rumah sakit berkapasitas 2.000 kamar. Untuk tahap pertama, ditargetkan 1.000 kamar siap beroperasi terlebih dahulu.

“Targetnya minggu depan sudah bisa digunakan untuk menangani Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan pasien positif covid-19. Nanti klasifikasinya akan diatur oleh BNPB,” katanya.

Sedangkan operasional rumah sakit covid-19 di dua menara Wisma Atlet itu, kata Arya, akan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Komandonya berada di tangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19. Sementara untuk tenaga kesehatan, lanjut Arya, nantinya akan berasal dari holding rumah sakit BUMN ditambah dengan relawan,” pungkasnya. (der/fin)